Archive for the 'Becoming A Better Muslim' Category

Tidakkah dengan cara itu...

Mengapa harus bersedih ketika belum dikarunia keturunan setelah menjalani kehidupan perkawinan sekian lama? Mengapa harus kecewa ketika apa yang diusahakan dengan sungguh-sungguh tidak menghasilkan seperti yang diimpikan? Mengapa harus marah ketika orang lain tidak mengapresiasi sama sekali atas semua kerja keras yang sudah dilakukan? Mengapa lebih takut mendapat penilaian buruk dari manusia daripada penilaian buruk dari Allah Ta'ala?

Tidakkah semua itu terjadi dengan ijin-Nya? Tidakkah semua ketetapan Allah itu pasti baik adanya? Tidakkah dengan tidak diberinya keturunan Allah Ta'ala hendak menjaga kita dari melakukan hal-hal yang membuat anak-anak kita tidak berbakti kepada-Nya dan pada saat yang bersamaan memberikan kita kesempatan seluas-luasnya untuk menginfaqkan dan menshadaqahkan diri di jalan Allah Ta'ala? Tidakkah dengan tidak diperolehnya hasil yang diimpikan itu Allah Ta'ala hendak menjaga diri kita dari hal-hal yang bisa menghilangkan sama sekali kemulian kita di sisi-Nya (terjaga dari sifat riya, misalnya) dan pada saat yang bersamaan memberikan kita kesempatan yang seluas-luasnya untuk lebih bersungguh-sungguh lagi dalam melakukan  setiap aktivitas yang dipilih? Tidakkah dengan tidak adanya apresiasi dari lingkungan itu Allah Ta'ala hendak mengevaluasi benarkah kita melakukan hal tersebut semata-mata karena Allah? Kenapa engkau marah ketika orang tidak menghargai usahamu, padahal kamu nyatakan setiap hari, shalatmu, ibadahmu, hidupmu, matimu untuk-Ku? Di mana kamu letakkan Aku ketika kamu marah? Tidakkkah ketika kamu marah, kamu meletakan dirimu, nafs-mu lebih tinggi daripada Aku?

Published in:Becoming A Better Muslim |on September 29th, 2009 |9 Comments »

Beruntunglah orang-orang yang khusyuk

Ya, beruntunglah orang-orang yang khusyuk. Orang yang khusyuk dalam shalatnya dinyatakan Allah Ta'ala lebih dahulu sebagai ciri-ciri keberuntungan orang-orang yang beriman. Orang-orang yang khusyuk dijamin Allah Ta'ala lebih ringan untuk menjadikan sabar dan shalat sebagai sarana memohon pertolongan kepada Allah Ta'ala.

Orang-orang yang khusyuk yakin bahwa mereka akan bertemu Allah Ta'ala dan bahwa mereka akan kembali kepada Allah Ta'ala.  Keyakinan berjumpa dan kembali kepada Allah Ta'ala menjadikan orang-orang yang khusyuk lebih mudah dalam menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan dan perkataan yang tidak berguna. Orang-orang yang khusyuk akan lebih mampu memelihara amanah-amanah yang diembannya dan janji-janji yang dibuatnya. Orang-orang yang khusyuk yakin bahwa bersama kesulitan itu ada kemudahan dan apabila telah selesai mengerjakan suatu urusan, maka akan bersegera dan bersungguh-sungguh mengerjakan dan menyelesaikan urusan lainnya.

Published in:Becoming A Better Muslim |on September 27th, 2009 |5 Comments »

Melihat dengan Kacamata Baru

Alhamdulillaahi rabbil'aalamiin, Allah Ta'ala  dan Rasul-Nya melalui madrasah Ramadhan mengingatkan kita untuk kembali menggunakan kacamata yang dijamin membuat pemakainya lebih sehat dan lebih baik dalam mengarungi kehidupannnya. Kacamata ini membuat pemakainya mampu melihat permasalahan hidup yang ditemuinya dengan lebih jernih dan lebih komprehensif. Kacamata ini membuat pemakainya mampu melihat kebaikan dari setiap peristiwa yang diperjalankan Allah Ta'ala kepadanya. Kacamata ini mampu membuat pemakainya tetap optimis bahkan ketika sedang mengalami kesulitan yang besar.

Published in:Becoming A Better Muslim |on September 27th, 2009 |10 Comments »