Archive for September 10th, 2011

Bagaimana Membesarkan Hati Anak?

Alhamdulillahirobbil'aalamiin. Membesarkan hati anak-anak bukan semata menunjukkan kehangatan dan penerimaan, tetapi juga membantu mereka belajar dari kesalahan-kesalahan yang mereka perbuat. Membesarkan hati membantu mereka untuk percaya pada diri mereka dan pada kemampuan yang mereka miliki. Sebagai contoh, seorang yang anak menjawab salah pada 5 soal dari 25 soal yang dia kerjakan. Orangtua yang membesarkan hati akan memberikan penekanan pada 20 soal yang dijawab benar oleh anaknya daripada 5 jawaban yang salah. Dengan memberi penekanan pada yang positif, orangtua memberi anaknya umpanbalik bahwa dia oke. Penerimaan menumbuhkan perasaan berharga dalam diri anak.

Pendekatan membesarkan hati juga penting bagi para orangtua yang terbiasa mematahkan semangat anak. Kita mematahkan semangat anak ketika menetapkan standar tinggi yang tidak masuk akal, seperti mengharapkan anak-anak untuk mengerjakan dengan baik dalam semua usaha atau mengharapkan kamar mereka selalu rapi. Kita juga mengecilkan hati anak ketika kita mempromosikan kompetisi di antara anak-anak laki dan anak perempuan kita atau kita menggunakan standar ganda ketika kita mengharapkan kebersihan ruangan pada satu anak, sementara pada anak lainnya tidak.

Membesarkan hati artinya menekankan pada hal yang positif. Menggunakan ungkapan-ungkapan yang menunjukkan penerimaan dan mengakui usaha-usaha dan pencapaian-pencapaian anak, seperti,"Ayah suka cara Mbak Lia menangani masalah tersebut!","Ibu senang Hasany dan Rasikh menikmati kegiatan tadi!","Tampaknya Kak Lia, Mas Hasany, dan Mas Rasikh menikmati perjalanan liburan  ke rumah kakek-nenek di Ciamis!

Membesarkan hati juga melibatkan penggunaan komunikasi dan ungkapan yang menunjukkan kepercayaan orangtua terhadap anak-anak, misalnya,"Tahu Kak Lia yang terpilih, ayah percaya semua akan berjalan sebagaimana yang direncanakan!","Mas Hasany dan Mas Rasikh pasti bisa membuatnya!", "Ibu percaya pada keputusan yang Kak Lia ambil.","Ini tampaknya sulit, tapi Ibu percaya kalian bisa mencari jalan keluarnya!"

Membesarkan hati juga menekankan pada kontribusi yang dibuat anak dan menunjukkan apresiasi terhadap anak melalui pernyataan-pernyataan seperti,"Terima kasih Mbak Lia sayang, ibu sangat terbantu!","Kak Hasany baik hati mau berbagi mainannya sama Dek Rasikh!","Mbak Lia, Mas Hasany, dan Mas Rasikh sayang, terima kasih, ayah dan ibu benar-benar menghargai kesediaan kalian untuk tinggal bersama kakek-nenek sementara waktu karena itu membuat tugas ayah dan ibu jadi lebih mudah.","Ibu membutuhkan bantuan Kak Lia untuk membersihkan halaman depan rumah!"

Bagian terpenting dari membesarkan hati adalah mengakui usaha-usaha dan kemajuan-kemajuan yang ditunjukkan anak melalui ungkapan-ungkapan seperti,"Ayah lihat Kak Hasany benar-benar bekerja keras membuat istana pasir!","Ibu perhatikan Mas Rasikh menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan jalan keluar dari persoalan ini!","Lihat kemajuan yang sudah Kak Lia buat!","Kak Lia mungkin merasa belum mencapai apa yang diimpikan, tapi coba lihat seberapa jauh Kak Lia sudah melangkah!"

Alasan utama menggunakan pendekatan ini (membesarkan hati anak) adalah untuk menunjukkan kepercayaan orangtua terhadap anak-anak agar mereka percaya pada diri mereka sendiri, menerima diri mereka apa adanya, menekankan aspek positif dari perilaku mereka sendiri, mengakui usaha-usaha dan kemajuan-kemajuan yang mereka tunjukkan, dan memperlihatkan apresiasi terhadap kontribusi yang mereka buat.

Alhamdulillahirobbil'aalamiin.

Published in:Sharing |on September 10th, 2011 |10 Comments »