Archive for February 21st, 2010

Pendidikan Pengasuhan

Pendidikan pengasuhan, menurut Harman and Brim (1980), merupakan sebuah usaha yang terorganisasi dengan isi, target populasi, dan tujuan yang jelas yaitu meningkatkan atau mengubah performansi pengasuhan. Pendidikan pengasuhan merupakan usaha-usaha pendidikan yang bertujuan meningkatkan atau memfasilitasi perilaku-perilaku orangtua yang pada akhirnya berpengaruh positif terhadap perkembangan anak-anak mereka. Pendidikan pengasuhan didasarkan pada prinsip bahwa pengasuhan merupakan pekerjaan yang kompleks, sulit sekaligus menjanjikan kepuasan, dan karenanya pendidikan dapat membantu para orangtua melakukan tugas-tugas pengasuhannya dengan lebih efektif.

Einzig (1996) mendefinisikan pendidikan pengasuhan sebagai serangkaian program pengajaran dan pendukung yang memfokuskan pada keterampilan-keterampilan, perasaan-perasaan, dan tugas-tugas sebagai orangtua. Pendidikan pengasuhan mengintegrasikan pengalaman-pengalaman yang memberikan para orangtua pengetahuan dan pemahaman tambahan. Pendidikan pengasuhan, menurut Hammer and Turner (1985) dapat mempengaruhi secara positif kepuasan dan keberfungsian keluarga dengan mengkomunikasikan pengetahuan tentang perkembangan anak dan hubungan-hubungan yang meningkatkan kesepahaman, menyediakan alternatif model-model pengasuhan sehingga orangtua memiliki pilihan-pilihan luas, mengajari keterampilan-keterampilan pengasuhan yang baru, dan memfasilitasi akses terhadap layanan-layanan komunitas .

Einzig (1996) melakukan ulasan terhadap pendidikan pengasuhan di Inggris dan mencatat bahwa pendidikan pengasuhan bersifat multifaset dan universal. Pendidikan pengasuhan di Inggris, meskipun berbeda-beda dalam tujuannya, seringkali memiliki kesamaan komponen-komponennya dengan program pengasuhan yang lebih modern. Termasuk di dalamnya adalah meningkatkan konfidensi para orangtua dalam peran-peran mereka sebagai orangtua, menekankan pentingnya keterampilan-keterampilan pengasuhan dimaksimalkan, mengakui keunikan-keunikan atau temperamen setiap anak, mengijinkan para orangtua untuk mengeksplorasi pengasuhan yang mereka miliki dengan para orangtua lainnya, dan mendorong para orangtua untuk mempertimbangkan praktek-praktek pengasuhan yang berbeda yang mungkin dapat meningkatkan efektivitas pengasuhan mereka.

Pendidikan pengasuhan berbeda dari pendekatan-pendekatan klinis atau konseling untuk membantu para orangtua dalam hal fokus pada membangun kekuatan-kekuatan dalam agar mampu melakukan prevensi permasalahan-permasalahan selanjutnya. Pendidikan pengasuhan dan pendekatan-pendekatan klinis mungkin menggunakan teknik-teknik dan bentuk-bentuk program yang sama, sebagai contoh, pelatihan keterampilan manajemen perilaku (Dangel and Polster, 1984) atau pelatihan komunikasi (Gordon, 1975). Meskipun demikian, pendidikan pengasuhan berbeda dari terapi dalam penekanannya pada isu-isu perkembangan dan keluarga daripada psikopatologi.

Pendidikan pengasuhan merupakan sebuah strategi yang dalam kontek lebih luas sebagai layanan-layanan pendukung yang dapat ditawarkan pada keluarga-keluarga dan dalam banyak kasus terintegrasi dengan layanan tersebut. Weissbourd and Kagan (1994) mencatat di Amerika Serikat keluarga-keluarga membutuhkan dukungan dan program dukungan keluarga memandang pendidikan pengasuhan sebagai salah satu komponen dari layanan tersebut. Program layanan ini sangat dipengaruhi oleh model ekologis Bronfenbrenner (1986). Program-program dukungan keluarga ini meyakini bahwa keluarga merupakan sistem yang kompleks dan masing-masing berfungsi sebagai bagian dari komunitas yang lebih besar.

Dunst (1995) mendefinisikan program dukungan keluarga sebagai menempatkan penekanan utama pada penguatan individu dan keberfungsian keluarga dalam cara-cara yang membuat setiap orang dalam keluarga mampu untuk bertindak dalam cara-cara mereka sendiri, dan terutama usaha-usaha untuk memperkuat dan mendukung kompetensi-kompetensi pengasuhan anak. Penekanan ini tercermin dalam kehati-hatian pemilihan istilah seperti enhance, promote, nurture dan enable untuk menggambarkan proses-proses dari usaha-usaha yang ada dalam program dan istilah-istilah seperti strengthen dan empower untuk menggambarkan dampak dari usaha-usaha tersebut” (Pew Charitable Trust, 1996).

Tidak ada model tunggal dalam pendidikan pengasuhan. Pendidikan pengasuhan melibatkan serangkaian strategi yang luas, termasuk di dalamnya buku saku dan manual; seri television, video, dan audio; kelas-kelas perkembangan anak dan pengasuhan berbasis kelompok; dan kombinasi dari strategi-strategi tersebut di atas. Pendidikan pengasuhan dimungkinkan dirancang sebagai program di mana semua orangtua memiliki akses atau kelompok-kelompok orangtua tertentu yang teridentifikasi memiliki resiko.

Published in:Parenting |on February 21st, 2010 |6 Comments »