Archive for February 3rd, 2010

Memahami Pengasuhan Anak

Dalam mempelajari teori-teori klasik tentang hubungan orangtua-anak, penganut paham perilaku seperti Watson (1928) mempercayai bahwa anak-anak dapat dipengaruhi lingkungan mereka, termasuk orangtua mereka yang, dapat mengubah anak-anak mereka menjadi apa pun yang diinginkan orangtua mereka. Anak-anak dipandang seperti papan tulis kosong dan para ahli akan mengajarkan kepada para orangtua bagaimana sebaiknya mengasuh anak-anak mereka. Hanya terdapat sedikit ruang yang tersedia bagi pengaruh anak-anak terhadap perkembangan mereka sendiri atau bagi pemikiran dan pengalaman orangtua mereka. Bagi Watson, apa yang ada dalam pikiran anak-anak atau orang dewasa secara ilmiah tidak diakui dan karenanya tidaklah penting.

Freud (1936) mempercayai bahwa orangtua (biasanya ibu) memiliki tanggung jawab utama untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan psikoseksual anak-anak mereka dan bertanggung jawab terhadap perkembangan mereka. Pemikiran Freud merupakan sebuah model pengasuhan satu arah dan banyak berpengaruh terhadap program-program pengasuhan awal yang berkembang. Para penganut psikoanalisa memfokuskan pada bagaimana para orangtua yang belum memenuhi kebutuhan emosional mereka sendiri sebagai seorang anak dan bagaimana kekurangan-kekurangan ini akan berpengaruh negatif terhadap anak-anak mereka.

Deutsch (1945) meyakini bahwa perempuan-perempuan yang sehat tidak membutuhkan bantuan untuk belajar bagaimana menjadi orangtua, karena mereka seharusnya sudah tahu itu secara instingtif. Benedek (1970) mempercayai bahwa selain insting, bagaimana seseorang diasuh, apa yang dipelajari seseorang dari pengasuhan tersebut, dan bagaimana pengasuhan dilakukan menjadi faktor yang penting. Ketika sedang mengasuh, para orangtua seharusnya bisa merefleksikan hubungan yang mereka miliki dengan orangtua mereka sendiri, mempertimbangkan bagaimana hubungan orangtua-anak yang mereka miliki sendiri saat ini berlangsung, dan menggunakan informasi tersebut untuk mengembangkan identitas keorangtuaan mereka yang sedang berubah. Kepercayaan diri orangtua dalam pengasuhan tergantung pada keberhasilan mereka dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan anak-anak mereka. Hubungan dua arah yang saling mempengaruhi antara orangtua dan anak menjadi penting.

Adler (Dreikurs, 1989) memisahkan diri dari Freud dan memfokuskan bukan pada pada konflik-konflik dan dorongan-dorongan internal tetapi pada dimensi interpersonal. Adler, pendiri Psikologi Individual, meyakini bahwa setiap anak terlahir unik dan dengan sebuah minat sosial pada orang lain. Adler merasa bahwa anak-anak terlahir dengan sebuah kebutuhan untuk terikat pada komunitas manusia, untuk bergerak maju, untuk berhasil dalam menyelesaikan tujuan hidup mereka, dan untuk merasa aman di dunia. Adler kurang fokus pada masa lalu seseorang seperti halnya Freud dan lebih pada perilaku mereka yang bertujuan. Adler tidak percaya anak-anak seperti papan tulis kosong dan banyak memfokuskan diri pada sikap-sikap atau pandangan-pandangan yang mungkin dimiliki sesorang terhadap setiap masukan lingkungan yang mereka terima. Adler merasa anak-anak perlu diperlakukan dengan hormat dan diberikan dorongan dalam sebuah lingkungan demokratis. Tulisan-tulisan Adler ditujukan untuk masyarakat awam dan teori-teorinya terkonfirmasikan dalam banyak program pendidikan orangtua sekarang ini.

Sementara itu, pakar genetika perilaku Gessel (1946; Thelan & Adolf, 1992) menyatakan bahwa arah perkembangan ada dalam diri anak dan peran orangtua hanyalah mendukung  predisposi bawaan anak-anak mereka, dan menyediakan sebuah lingkungan yang tepat menurut tingkat maturasi anak. Para orangtua dibutuhkan untuk menyediakan makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Gessel tidak memfokuskan pada pikiran orangtua tentang peran mereka dan pemahaman-pemahaman mereka terkait bagaimana membantu seorang anak yang memiliki kekhususan. Anak-anak akan berkembang jika orangtua membiarkan anak-anak mereka tanpa melakukan intervensi.

Meskipun demikian, pemikiran yang mendominasi era tersebut adalah mana yang lebih penting, apakah faktor lingkungan, sebagaimana yang dinyatakan Watson atau hereditas sebagaimana yang dipikirkan oleh ahli genetika perilaku. Perdebatan genetika versus lingkungan terus berlanjut. Sebuah keuntungan dari perdebatan ini adalah para peneliti yang memfokuskan pentingnya lingkungan dalam perkembangan anak lebih berhati-hati untuk mempertimbangkan pengaruh genetika dan para peneliti sosialisasi (Maccoby, 2000) melanjutkan untuk membuat sebuah kasus genetika yang kuat bahwa lingkungan mempengaruhi perkembangan anak bahkan sebelum lahir di dalam rahim (Williams, 1998). Bahaya memfokuskan hanya pada hereditas adalah para orangtua mungkin berpikir bahwa usaha-usaha mereka untuk mempengaruhi anak-anak mereka secara positif tidak berguna. Mengabaikan genetika dalam kasus gender juga telah menyebabkan banyak gangguan dan kesalahan perlakuan dalam keluarga.

Sutherland (1983) menemukan bahwa banyak orangtua yang dia teliti berada dalam keadaan transisi terkait cara mereka memandang kebutuhan anak-anak mereka dan peran orangtua. Banyak ibu-ibu Amerika keturunan Meksiko yang dia teliti berada dalam transisi antara model Gessel, yang memfokuskan pada perkembangan yang terjadi secara alamiah, menuju sebuah kultur Amerika, di mana para orangtua umumnya lebih aktif daripada Ibu-ibu Meksiko tradisional dalam pemikiran tentang dan penentu perkembangan seorang anak. Lareau (2003) melaporkan bahwa banyak keluarga kelas pekerja di Amerika Serikat juga cenderung untuk mempercayai pada ”pencapaian perkembangan secara alamiah” sepanjang kenyaman dasar, makanan, dan tempat tinggal disediakan oleh pengasuh. Keyakinan ini berpengaruh terhadap bagaimana cara orangtua melihat peran yang mereka miliki terkait harapan sekolah. Sebaliknya, Lareau menggambarkan orangtua kelas menengah lebih memfokuskan diri pada ”budidaya terpadu” di mana peran mereka adalah melakukan apa pun untuk perkembangan lebih lanjut anak-anak mereka. Pendekatan ini lebih banyak kecocokannya dengan sekolah-sekolah Amerika Serikat yang terstruktur daripada perspektif pertumbuhan alamaiah.

Published in:Parenting |on February 3rd, 2010 |8 Comments »