MENDENGARKAN ANAK BERBICARA

Kebanyakan orang akan sepakat bahwa kepuasan komunikasi terjadi ketika orang yang yang  kita anggap penting dalam kehidupan kita mendengarkan kita dan mencoba untuk memahami apa yang sedang kita sampaikan. Anak-anak juga merasakan hal tidak jauh berbeda. Banyak orangtua yang beranggapan bahwa  berkomunikasi dengan anak intinya adalah mengajukan pertanyaan pada mereka atau menjelaskan sesuatu kepada mereka. Padahal, komunikasi melibatkan percakapan dua arah antara kita  dan anak -anak. Meskipun demikian, percakapan satu arah: saya mendengarkan anak saya berbicara, mencoba untuk memahami apa yang sedang dia katakan dan rasakan, juga sama pentingnya. Dengan melakukan demikian, kita akan mendapatkan lebih banyak informasi  bagaimana perasaan mereka atau hal penting yang coba mereka  sampaikan.

Berlatih mendengarkan anak-anak berbicara dapat kita mulai dengan mencoba membiasan diri  untuk  tidak memulai pembicaraan ketika bertemu dengan anak-anak. Misalnya  memilih satu atau dua situasi dalam seminggu di mana kita tidak memulai sebuah percakapan, misalnya saat kita sedang menjemput anak-anak dari sekolah atau ketika kita sedang mengerjakan tugas tertentu. Jangan gunakan kedua situasi ini untuk menyampaikan pesan kepada mereka atau malah menanyai anak-anak terus menerus tentang kegiatan-kegiatannya minggu yang akan datang. Tetap tenang dan tunggu sampai mereka berbicara.

Pada awalnya kita akan mengalami kesulitan untuk melakukan hal tersebut, sebagaimana kebanyakan orangtua lainnya. Hal ini terjadi karena kebanyakan kita terbiasa ketika menjemput anak-anak kita di sekolah atau tempat penitipan anak, kita segera menanyai mereka apa mereka kerjakan seharian. Daripada demikian, setelah kita menyapa mereka, ”Assalamu'alaikum sayang, senang rasanya ayah bisa menjemput Hasany dan Rasikh sore ini,” berusahalah untuk tetap tenang sampai mereka memiliki sesuatu untuk dikatakan. Dengan cara seperti ini, jika mereka memiliki sesuatu yang ingin dibicarakan, mereka punya kesempatan untuk mengungkapkannya.

Tetapi jangan terkejut, meskipun mereka punya kesempatan dan memiliki sesuatu yang ingin disampaikan, sangat mungkin juga mereka tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Bisa jadi jika mereka lelah setelah seharian beraktivitas di sekolah, mereka mungkin tidak mengatakan apa pun. Dalam situasi seperti ini, tidak mengapa dan kita tetap harus tenang. Kita mungkin akan memiliki beberapa kali perjalanan pulang ke rumah yang sunyi dari penitipan anak atau sekolah sebelum mereka akhirnya  percaya bahwa kita ada untuk mendengarkan mereka, bukan untuk mendominasi waktu dengan pertanyaan-pertanyaan kita

Insyaallah dengan berjalannya waktu, mereka akan sampai pada kesimpulan bahwa waktu-waktu sunyi  dari sekolah ke rumah tersebut kita siap untuk mendengarkan komentar-komentar dan keprihatinan-keprihatinan mereka. Mereka mungkin mulai untuk membicarakan tentang masalah-masalah penting bagi mereka, menurut mereka itu penting. Sangat mungkin terjadi kita akan menilai banyak sekali percakapan-percakapan mereka dengan kita menyangkut segala sesuatu yang tidak penting. Terlalu sering para orangtua ingin membicarakan apa yang mereka pikir penting, tidak peduli dengan apa yang ingin anak-anak mereka bicarakan. Tidaklah mengherankan ketika kemudian para orangtua merasa heran kenapa anak-anak mereka tidak suka berbicara dengan mereka.

Kuncinya adalah mendengarkan, buka mengevaluasi. Mengevaluasi membuat anak-anak kita semakinmalas untuk mengungkapkan apa yang ada dalam benaknya.

Published in:Parenting |on October 20th, 2009 |7 Comments »

You can leave a response, or trackback from your own site.

7 Responses to “MENDENGARKAN ANAK BERBICARA”

  1. ummu afifah Says:

    saya sangat senamg membaca tulisan ini karena mengajarkan saya bagaimana menjadi orang tua yang menyenangkan bagi anak2

  2. eduardo Says:

    ....

    good info!...

  3. virgil Says:

    ....

    tnx for info!...

  4. Earl Says:

    ....

    good info!!...

  5. casey Says:

    ....

    good!...

  6. angelo Says:

    ....

    благодарю!!...

  7. frank Says:

    ....

    спасибо за инфу!...

Leave a Reply

*