Archive for September 29th, 2009

Tidakkah dengan cara itu...

Mengapa harus bersedih ketika belum dikarunia keturunan setelah menjalani kehidupan perkawinan sekian lama? Mengapa harus kecewa ketika apa yang diusahakan dengan sungguh-sungguh tidak menghasilkan seperti yang diimpikan? Mengapa harus marah ketika orang lain tidak mengapresiasi sama sekali atas semua kerja keras yang sudah dilakukan? Mengapa lebih takut mendapat penilaian buruk dari manusia daripada penilaian buruk dari Allah Ta'ala?

Tidakkah semua itu terjadi dengan ijin-Nya? Tidakkah semua ketetapan Allah itu pasti baik adanya? Tidakkah dengan tidak diberinya keturunan Allah Ta'ala hendak menjaga kita dari melakukan hal-hal yang membuat anak-anak kita tidak berbakti kepada-Nya dan pada saat yang bersamaan memberikan kita kesempatan seluas-luasnya untuk menginfaqkan dan menshadaqahkan diri di jalan Allah Ta'ala? Tidakkah dengan tidak diperolehnya hasil yang diimpikan itu Allah Ta'ala hendak menjaga diri kita dari hal-hal yang bisa menghilangkan sama sekali kemulian kita di sisi-Nya (terjaga dari sifat riya, misalnya) dan pada saat yang bersamaan memberikan kita kesempatan yang seluas-luasnya untuk lebih bersungguh-sungguh lagi dalam melakukan  setiap aktivitas yang dipilih? Tidakkah dengan tidak adanya apresiasi dari lingkungan itu Allah Ta'ala hendak mengevaluasi benarkah kita melakukan hal tersebut semata-mata karena Allah? Kenapa engkau marah ketika orang tidak menghargai usahamu, padahal kamu nyatakan setiap hari, shalatmu, ibadahmu, hidupmu, matimu untuk-Ku? Di mana kamu letakkan Aku ketika kamu marah? Tidakkkah ketika kamu marah, kamu meletakan dirimu, nafs-mu lebih tinggi daripada Aku?

Published in:Becoming A Better Muslim |on September 29th, 2009 |9 Comments »