Archive for February 24th, 2009

Responding:Menanggapi anak kita dengan cara-cara yang tepat

Prinsip pertama dalam pendekatan RPM3 ini tampaknya mudah. Akan tetapi, memberi respon lebih dari sekedar memberi anak-anak kita perhatian. Memberikan respon mencakup dua hal. Pertama, kita harus yakin bahwa kita sedang memberi respon terhadap anak-anak, bukan sedang bereaksi. Kedua, kita harus yakin bahwa respon kita tepat, tidak berlebihan atau tidak proporsional, sangat minimal atau sangat terlambat.

Apakah kita bereaksi atau berespon terhadap anak kita?

Banyak orangtua bereaksi terhadap anak-anaknya. Mereka menjawab dengan kata-kata, perasaan, atau tindakan yang pertama kali muncul dalam benaknya. Ini merupakan sesuatu yang normal terjadi, terutama jika semua orang di sekitarnya melakukan hal yang sama setiap harinya.

Waktu yang kita miliki antara menyaksikan sebuah peristiwa dengan bertindak, berbicara, atau berperasaan sangat penting bagi hubungan kita dengan anak-anak k

ketika kita bereaksi, kita tidak memikirkan hasil yang apa kita kehendaki dari sebuah kejadian atau tindakan. Bahkan lebih dari itu, jika kita bereaksi, kita tidak dapat memilih cara terbaik untuk mencapai hasil yang kita inginkan.

Memberikan respon terhadap anak-anak kita itu artinya kita mengambil waktu sejenak untuk memikirkan sebenarnya apa yang sedang terjadi sebelum kita berbicara, berperasaan, atau bertindak sesuatu. Memberikan respon lebih sulit daripada bereaksi karena menuntut lebih banyak waktu dan usaha.

Waktu yang kita ambil antara melihat peristiwa dan bertindak, berbicara, atau berperasaan sangat penting bagi hubungan kita dengan anak-anak kita. Waktu tersebut, apakah beberapa detik, lima menit, satu hari atau dua hari, memungkinkan kita melihat sesuatu dengan lebih jelas, apa yang sedang terjadi sekarang dan apa yang kita kehendaki dari anak-anak di masa yang akan datang.

Apakah yang dimaksud dengan sebuah respon yang tepat?

Sebuah respon dikatakan tepat jika respon tersebut sesuai dengan situasi. Usia anak kita dan informasi-informasi khusus dari sebuah peristiwa adalah penting dalam memutuskan apakah sebuah respon dikatakan tepat. Sebagai contoh, respon yang tepat untuk seorang bayi yang sedang menangis menjadi tidak pas jika diberikan respon yang serupa pada anak usia 4 atau 10 tahun yang juga sedang menangis. Ketepatan respon terhadap anak yang sedang berlari tergantung pada situasi, apakah anak tersebut sedang berlari menuju jalan yang ramai kendaraan atau sedang berlari menuju tempat bermain. Kebutuhan-kebutuhan fisik atau emosional anak-anak kita juga mempengaruhi apakah respon yang kita berikan sudah tepat atau tidak.

Berespon terhadap anak kita dalam cara-cara yang tepat memungkinkan kita untuk:

§ Berpikir tentang semua pilihan sebelum kita mengambil sebuah keputusan.

Ini akan membantu kita memilih cara yang terbaik dari situasi sekarang untuk mendapatkan hasil yang kita inginkan. Mengambil waktu sejenak untuk melihat sebuah masalah dari berbagai sisi, sebagai contoh, membuat kita memiliki kemungkinan untuk memilih respon yang paling tepat. Jika situasi-situasi seperti ini sering terjadi, maka respon kita—pikiran—dapat menjadi otomatis, seperti halnya saat kita menggendong bayi yang sedang menangis

§ Menjawab sejumlah pertanyaan mendasar:

Apakah ucapan kita sesuai dengan apa yang sedang kita pikirkan? Apakah tindakan kita sesuai dengan ucapan kita? Apakah emosi kita terlibat dalam cara kita mengambil keputusan? Apakah kita tahu alasan-alasan yang mendasari perilaku anak-anak kita?

§ Mempertimbangan peristiwa sebelumnya yang serupa dan mengingatkan kembali bagaimana kita menangani peristiwa tersebut

Mengingatkan kepada anak-anak kita atas kejadian di waktu yang lalu dan bagaimana akibatnya akan menunjukkan kepada mereka bahwa kita benar-benar memikirkan keputusan yang diambil. Kita dapat menggunakan pengalaman masa lalu kita untuk menilai situasi sekarang, memutuskan hasil seperti apa yang kita kehendaki, dan menunjukkan bagaimana cara mencapai hasil tersebut.

§ Menjadi orangtua yang lebih konsisten

Anak-anak akan tahu bahwa kita tidak asal-asalan dalam membuat keputusan, terutama jika kita menjelaskan mengapa kita memilih untuk membuat keputusan tersebut. Anak-anak kemungkinan besar akan datang kepada kita dengan pertanyaan-pertanyaan atau masalah-masalah yang mereka hadapi jika mereka tahu apa yang kita harapkan dari mereka. Respon-respon yang penuh kehangatan, kepekaan dan kepedulian akan meningkatkan kemungkinan anak-anak untuk datang kepada kita dengan pertanyaan-pertanyaan atau masalah-masalah tersebut. Ingat, bahwa menjadi orangtua yang konsisten tidak berarti kita menjadi orangtua yang kaku.

§ Memberikan contoh bagaimana membuat sebuah keputusan yang bermakna

Sejalan dengan bertambahnya usia anak-anak kita, mereka akan mengetahui proses pembuatan keputusan yang kita lakukan dan menghargai waktu yang kita butuhkan dalam membuat keputusan tersebut. Anak-anak kita mungkin menjadikan itu sebagai pola bagi dirinya dalam mengambil sebuah keputusan.

§ Membangun ikatan kepercayaan yang solid dan fleksibel antara kita dan anak-anak kita

Ikatan yang solid akan tahan terhadap berbagai situasi. Ikatan yang fleksibel memungkinkan anak-anak kita mampu bertahan menghadapi setiap perubahan, termasuk perubahan-perubahan yang mungkin terjadi dalam hubungan kita dengan anak-anak.

Sekarang kita bisa melihat contoh-contoh atau lanjutkan untuk mempelajari prinsip Preventing dalam RPM3

Published in:Adventures in Parenting |on February 24th, 2009 |12 Comments »