Preventing: Mencegah Perilaku-perilaku Bermasalah atau Perilaku-Perilaku Beresiko

Kelihatannya cukup mudah. Kita rancang rumah sedemikian rupa sehingga aman bagi anak-anak dan kita yakin bahwa bayi kita yang sedang belajar merangkak atau anak-anak kita yang baru belajar berjalan tidak menyentuh produk-produk pembersih atau outlet listrik. Kita menyaksikan anak kita yang berumur 8 tahun sedang melompat-lompat dari atas tempat tidur dan kemudian memintanya supaya berhenti. Kita meminta anak kita yang berumur 12 tahun memakai helm saat dia mengendarai sepedanya, tanpa memperhatikan bagaimana perasaan anak kita atas penampilannya yang kelihatan’aneh’

Prevensi bukan sekedar mengatakan ’jangan’ atau ‘berhenti’. Ada dua hal penting dalam prevensi: 1) memetakan kemungkinan-kemungkinan permasalahan; dan 2) mengetahui bagaimana memecahkan permasalahan tersebut. Mari kita lihat masing-masing bagian tersebut lebih dekat.

Memetakan kemungkinan-kemungkinan permasalahan

Metode-metode berikut ini dapat kita gunakan untuk memetakan kemungkinan-kemungkinan permasalahan sebelum permasalahan tersebut menjadi krisis yang berat:

§ Libatkan diri secara aktif dalam kehidupan anak-anak kita

Keterlibatan orangtua secara aktif dalam kehidupan anak-anak sangat penting, tidak perduli apa yang menjadi latarbelakang kehidupan kita. Mengapa demikian? Dengan terlibat aktif dalam kehidupan sehari-hari anak-anak, kita akan mengetahui bagaimana biasanya anak-anak kita berpikir, berperasaan, dan bertindak. Pengetahuan ini akan membantu kita dalam mengenali perubahan-perubahan yang terjadi pada anak-anak kita. Sejumlah perubahan merupakan bagian alamiah dari pertumbuhan yang harus dilalui anak-anak kita. Sebagian perubahan lainnya mungkin merupakan tanda-tanda adanya gangguan yang perlu segera ditangani agar tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih serius

§ Tentukan batasan-batasan yang realistik dan perkuat batasan-batasan tersebut secara konsisten

Tentukan secara selektif batasan-batasan tentang perilaku-perilaku paling penting apa yang kita harapkan dari anak-anak. Yakinkan bahwa kita dan anak-anak dapat “melihat” batasan-batasan tersebut secara jelas. Jika anak-anak melanggar batasan yang sudah ditetapkan, komunikasikan pada anak-anak dengan cara-cara yang sama jika itu terjadi pada situasi-situasi yang sama. Jika kita memutuskan untuk menghukum anak-anak, gunakan metode-metode yang paling efektif, seperti melarang anak-anak melakukan sesuatu yang menjadi kesukaannya dalam jangka waktu tertentu. Kita juga dapat memperbaiki perilaku anak-anak dengan menyatakan perilaku-perilaku apa yang diharapkan dari mereka.

Satu hal penting yang harus kita perhatikan ketika memutuskan untuk memberi hukuman adalah hukuman yang dikenakan pada anak-anak sesuai dengan kesalahan yang mereka lakukan. Hukuman dikatakan efektif ketika hukuman tersebut memberi kesempatan pada anak-anak untuk belajar bagaimana batasan-batasan tersebut bekerja dan apa yang terjadi ketika ketika mereka melampaui batasan-batasan tersebut. Mereka juga akan belajar bahwa kita telah berlaku adil terhadap mereka.

§ Ajari anak-anak kita cara-cara yang sehat dalam mengekspresikan emosi

Banyak perilaku nakal berasal dari ketidaktahuan anak-anak tentang bagaimana menangani emosi yang mereka alami. Saat-saat tertentu perasaan-perasaan tersebut dapat menjadi sedemikian kuat sehingga metode yang biasa mereka gunakan untuk mengekspresikan emosi menjadi tidak bekerja. Masalah ini juga bisa muncul karena perasaan-perasaan seperti marah atau sedih dianggap sebagai sesuatu yang negatif, sehingga anak-anak kita mungkin tidak ingin mengekspresikannya secara terbuka.

Doronglah anak-anak kita untuk mengekspresikan emosinya dalam cara-cara yang sehat dan positif. Beri mereka contoh cara-cara yang sehat dengan cara memperlihatkan bagaimana kita sendiri mengekspresikan emosi ketika kita mengalami berbagai macam emosi. Ketika mereka mengalami emosi-emosi tertentu, tanyalah mereka apa yang mereka rasakan dan mengapa mereka merasakan demikian. Yakinkan pada mereka bahwa semua emosi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan seseorang, bukan hanya emosi baik atau emosi bahagia. Begitu mereka tahu bahwa emosi memiliki rentangan yang luas, maka mereka dapat belajar bagaimana mengatasi emosi-emosi yang dialami secara sehat dan tepat.

Mengetahui Bagaimana Memecahkan Masalah

Karena masalah yang dihadapi berbeda-beda, maka cara-cara yang kita gunakan untuk memecahkannya pun berbeda-beda. Kita membutuhkan berbagai macam metode yang lebih komplek untuk memecahkan berbagai masalah.

Berikut ini beberapa hal penting yang perlu kita pahami ketika sedang mencoba memecahkan sebuah masalah:

§ Ketahuilah bahwa Anda tidak sendirian

Bicaralah dengan para orangtua lainnya, teman dekat atau saudara yang bisa dipercaya. Di antara mereka mungkin pernah atau sedang mengalami permasalahan yang sama seperti yang sedang kita hadapi. Mereka mungkin memiliki pemikiran-pemikiran tentang bagaimana memecahkan sebuah masalah dalam cara-cara yang mungkin tidak pernah terlintas dalam benak kita. Atau mereka mungkin bisa menjadi tempat berbagi perasaan-perasaan yang sedang kita alami, sehingga kita merasa menjadi lebih nyaman.

§ Akuilah bahwa memang ada masalah-masalah tertentu yang tidak dapat kita tangani sendiri atau menuntut keahlian khusus.

Penting untuk diingat bahwa sebenarnya tidak ada seorangpun yang mengharapkan kita mampu memecahkan setiap masalah keluarga oleh kita sendiri. Sejumlah masalah justru terlalu besar untuk kita tangani sendiri, bukan karena kita adalah orangtua yang ‘buruk’, tetapi karena memang hakikat permasalahannya itu sendiri. Bersikaplah realistis tentang apa yang dapat dan tidak dapat kita lakukan sendiri.

§ Carailah bantuan, jika dibutuhkan

Kepada siapa kita dapat pergi mencari bantuan ?

§ Orangtua lain pekerja dan agen sosial

§ Anggota keluarga dan saudara psikolog dan psikiater

§ Teman-teman ulama/pendeta

§ Ahli pediatrik kelompok komunitas

§ Konselor sekolah dan perawat dukungan self-help

Akan ada waktu ketika kita benar-benar tidak tahu bagaimana menolong anak-anak kita; ketika kita benar-benar tidak mampu membantu anak-anak kita. Hal ini tidak menjadi masalah karena oranglain mungkin dapat menolong kita. Manfaatkan semua sumber daya yang kita miliki untuk memecahkan permasalahan kita, termasuk meminta pertolongan dari luar ketika kita membutuhkannya.

Jika Anda mau, carilah pada buku ini bagian yang sesuai dengan usia anak-anak kita untuk membaca lebih jauh tentang bagaimana sejumlah orangtua telah melakukan prevensi dalam keseharian pengasuhan mereka. Atau, Anda dapat membaca M3 dalam pendekatan RPM3

M3 dalam pendekatan RPM3 menggambarkan tiga prinsip sentral dalam proses pengasuhan: monitoring, mentoring, modelling. Sejumlah orangtua kebingungan oleh prinsip-prinsip ini karena tampak sama, padahal sebenarnya ketiganya benar-benar berbeda. Akan lebih mudah bagi kita untuk memahami prinsip-prinsip tersebut setelah kita membaca penjelasan berikut ini:

§ Menjadi seorang monitor berarti bahwa kita memberi perhatian secara penuh terhadap anak-anak kita dan lingkungan sekitarnya, terutama kelompok temannya dan teman sebaya serta kebiasaan-kebiasaan mereka di sekolah.

§ Menjadi seorang mentor berarti bahwa kita secara aktif membantu anak-anak kita belajar lebih tentang dirinya, bagaimana dunia ini bekerja, dan peran yang dapat mereka mainkan di dunia ini. Sebagai seorang mentor, kita juga akan mendukung apa-apa yang sedang mereka pelajari

§ Menjadi seorang model berarti menggunakan perkataan-perkataan dan perbuatan–perbuatan kita yang memperlihatkan keyakinan-keyakinan, nilai-nilai, dan sikap-sikap kita sebagai contoh untuk anak-anak kita dalam kehidupan sehari-hari.

Sekarang, mari kita cermati lebih dekat satu persatu ketiga prinsip tersebut.

Published in:Adventures in Parenting |on February 14th, 2009 |5 Comments »

You can leave a response, or trackback from your own site.

5 Responses to “Preventing: Mencegah Perilaku-perilaku Bermasalah atau Perilaku-Perilaku Beresiko”

  1. donald Says:

    ....

    ñïñ!...

  2. Herman Says:

    ....

    спасибо за инфу!!...

  3. Harvey Says:

    ....

    спс!!...

  4. Gene Says:

    ....

    tnx for info!!...

  5. alex Says:

    ....

    спасибо за инфу....

Leave a Reply

*