Archive for November, 2008

Psikologi Keluarga: Perspektif Islam

Psikologi Keluarga dalam Perspektif Islam[1]

Oleh

Irwan Nuryana Kurniawan[2]

Pengantar

QS An Nisa: 1. Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Tuhan-mu yang Telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu Menjaga dan Mengawasi kamu.

™ QS An Nisa: 9. Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benarŠƒ

QS At Tahrim: 6. Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

  • Untuk sebuah perkara yang dengannya Allah SWT menjaminkan KETENANGAN, KELAPANGAN, DAN KASIH SAYANG (QS Ar Rum 21)

QS Ar Rum: 21. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu mawaddah dan rahmah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

· Untuk sebuah perkara yang dengannya seseorang dikatakan TELAH MENYEMPURNAKAN SEPARUH AGAMA/IMAN, dan hendaknya bertakwa kepada Allah SWT dalam separuh yang tersisa (Diriwayatkan oleh Ath Thabarani, Al Baihaqi)

· Untuk sebuah perkara yang dengannya Allah SWT menjamin termasuk TIGA KELOMPOK ORANG YANG PASTI DITOLONG ALLAH: Fisabilillah, Budak Mukatab, dan Orang yang menikah karena hendak menjaga kesucian dirinya (HR Ahmad)

· Untuk sebuah perkara yang “Apabila manusia telah meninggal dunia, terputuslah amal perbuatannya, kecuali tiga hal yaitu amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang shaleh yang selalu mendo’akan (HR Muslim)

· Untuk sebuah perkara yang “Apabila Allah menghendaki kebaikan pada suatu keluarga, Dia memperdalamkan pengetahuan agama kepada mereka, menjadikan anak-anak mereka menghormati orangtua mereka, memberikan kemudahan pada kehidupan mereka, kesederhanaan dalam nafkah mereka, dan memperlihatkan aib mereka sehingga mereka menyadarinya, lalu menghentikan perbuatannya. Namun apabila menghendaki sebaliknya, Dia meningalkan dan menelantarkan mereka (HR Daru Quthni)”

WHY MARRIAGE AND FAMILY MATTERS – RESEARCH FINDINGS FROM SOCIAL SCIENCES

  • Orang yang menikah lebih panjang umurnya, lebih sehat, dan lebih bahagia
  • Orang yang menikah memiliki hubungan dan kepuasan seksual yang lebih tinggi
  • Orang yang menikah lebih sukses dalam kariernya dan lebih kaya
  • Wanita yang menikah lebih kecil kemungkinannya mengalami kekerasan domestik
  • Anak-anak yang diasuh oleh orangtua yang menikah cenderung memiliki emosi yang lebih stabil dan secara akademik sukses

WHY MARRIAGE AND FAMILY MATTERS: PSYCHOLOGICAL PERSPECTIVE

(Based on extensive series of studies of family strengths over 25 years toward more than 21.000 family in every state of USA and 27 countries around the world, Nick Stinnett and John DeFrain proposed six major qualities are commonly present in strong family)

  • Komitmen terhadap keluarga.
  • Apresiasi dan afeksi satu sama lain.
  • Komunikasi positif.
  • Menghabiskan waktu yang menyenangkan bersama-sama dalam jumlah yang mencukupi.
  • Kesejahteraan spiritual (A sense of spiritual well-being).
  • Kemampuan untuk mengatasi stress dan krisis.

Bagaimana mencapainya?

Rasulullah SAW bersabda"Barangsiapa yang menginginkan dunia maka hendaklah ia berilmu, barangsiapa yang menginginkan akhirat maka hendaklah ia berilmu dan barangsiapa yang menginginkan dunia dan akhirat maka hendaklah ia berilmu."

… Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan. Dengan kitab Itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus (QS Al Maidah 15-16: )

QS Al Ahzab: 21. Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

Dalam Kontek Pendidikan Anak

Rasulullah SAW bersabda: “ Allah SWT merahmati seseorang yang membantu anaknya berbakti kepada-Nya”, sabda Nabi SAW. Beberapa orang di sekeliling nabi bertanya, “Bagaimana caranya, ya Rasulullah?” Beliau menjawab: “Menerima yang sedikit darinya, memaafkan yang menyulitkannya, tidak membebaninya, dan tidak memakinya”

Dalam Kontek Pernikahan

Prof.Dr. Quraish Shihab dalam Tafsir Al Misbah, dalam buku Pengantin Al Qur’an

Sakinah

Ketenangan dan ketentraman setelah sebelumnya ada gejolak

Ketenangan bersifat dinamis

Dilahirkan akibat menyatunya pemahaman dan kesucian hati dan bergabungnnya kejelasan pandangan dengan tekad yang kuat

Tali Temali Keluarga Sakinah

Mawaddah

Kelapangan dada dan kekosongan jiwa dari kehendak buruk, sehingga pintunya tertutup untuk dihinggapi keburukan lahir dan batin yang mungkin datang dari pasangannya

INDIKATOR

1. Menunjukkan kelapangan dada dan kekosongan jiwa dari kehendak buruk

2. Menunjukkan kesediaan hidup bersama walau dalam kemiskinan dan penderitaan

3. Menunjukkan kesabaran dan toleransi terhadap pasangan

4. Mengakui dan bersedia menerima kelebihan dan kekurangan pasangan

5. Menunjukkan saling penghargaan dan berkorban atau mengalah demi cinta pasangan

6. Berupaya menyenangkan pasangan

Rahmah

Kondisi psikologis yang muncul di dalam hati akibat menyaksikan ketidakberdayaan, sehingga mendorong yang bersangkutan untuk melakukan pemberdayaan

INDIKATOR

1. Bersungguh-sungguh, bersusah payah demi mendatangkan kebaikan bagi pasangannya

2. Menolak segala yang mengganggu dan mengeruhkan pasangannya

3. Menutupi segala sesuatu (kekurangan pasangan) dan sabar menanggung segalanya

4. Berusahan untuk saling melengkapi

5. Mampu membendung keinginan dan kebutuhan yang berpotensi menyakitkan pasangan

6. Berkorban dan mengijinkan pasangan untuk meraih dambaan dan keinginannya

7. Merasakan dan memikirkan apa yang dipikirkan dan dirasakan pasangannya

8. Merasa saling membutuhkan dan berusaha memenuhi kebutuhan pasangannya

Amanah

Sesuatu yang diserahkan kepada pihak lain disertai dengan rasa aman dari pemberinya karena kepercayaannya bahwa apa yang diamanatkan itu akan dipelihara dengan baik, serta aman keberadaannya di tangan yang diberi amanat itu

INDIKATOR

1. Merasa aman dan percaya kepada pasangannya

2. Menepati janji

3. Memelihara diri di balik pembelakangan pasangan


[1] Disampaikan Dalam Pengajian Bulanan Masjid Al Falah Berlin, 22 November 2008, 16.00-selesai

[2] Staf Pengajar Prodi Psikologi Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta; PhD Student

at Developmental Science and Applied Developmental Psychology, Freie Uiversität Berlin, Germany

Published in:Ummat Development |on November 26th, 2008 |11 Comments »