Parental Belief

Keyakinan Orangtua

by

Irwan Nuryana Kurniawan

Sejumlah investigasi psikologis tentang keyakinan orangtua, menurut McGillicuddy-De Lisi dan Sigel (Bornstein, 1995) berangkat dari asumsi-asumsi bahwa keyakinan orangtua yang bersifat implisit dan eksplisit mengarahkan tindakan-tindakan orangtua, bukan hanya dengan anak-anaknya, tetapi juga dengan lingkungan yang lebih luas. Keyakinan memiliki fungsi adaptif yang memungkinkan individu memenuhi persyaratan-persyaratan sosiokultural dan tuntutan-tuntutan kognitif. Keyakinan memungkinkan orang-orang dewasa mengorganisasikan dunianya dalam cara-cara yang konsisten secara psikologis, melakukan prediksi, menemukan kesamaan, dan menghubungkan pengalaman-pengalaman baru dengan pengalaman-pengalaman masa lalu. Keyakinan memberikan para orangtua alat dalam menetapkan prioritas pengasuhan, evaluasi kesuksesan dalam pengasuhan, maupun alat untuk memelihara efikasi diri. Keyakinan dapat berfungsi sebagai sumber perilaku pengajaran dan manajemen orangtua, mempengaruhi perkembangan intelektual dan sosial personal anak-anak.

Ide-ide, keyakinan-keyakinan, dan persepsi-persepsi orangtua tentang perkembangan dan pemeliharaan hubungan-hubungan dan perilaku sosial anak diprediksikan mampu menjelaskan perilaku-perilaku interaksi adaptif dan maladaptif secara sosial anak-anak pada masa anak-anak. Praktek-praktek orangtua tentang pengasuhan anak merepresentasikan sebuah ekspresi perilaku dari ide-ide orangtua tentang bagaimana anak menjadi kompeten secara sosial, dan bagaimana serta kapan anak-anak seharusnya diajari untuk memulai dan mempertahankan hubungan-hubungan dengan orang lain (Laosa & Sigel, dalam Damon & Eisenberg, 1998).

Keyakinan orangtua tentang anak-anak mereka dan perihal pengasuhan, dan ekspektasi orangtua mengenai isi, waktu, dan sebab perilaku anak merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan dalam memahami perilaku orangtua. Meskipun hubungan antara sikap orangtua secara umum dan perilaku orangtua bersifat tidak langsung dan kompleks, data-data menunjukkan bahwa ide-ide orangtua tentang anak-anak mempengaruhi perilaku orangtua dan hubungan orangtua-anak (Buchanan & Holmbeck, 1998).

Keyakinan orangtua, menurut Sigel (Powell, 1996) merupakan representasi-representasi kognitif orangtua tentang realitas yang mempengaruhi cara-cara sosialisasi dan pengajaran perilaku yang akan dilakukan oleh orangtua. Para orangtua diketahui memegang sejumlah keyakinan yang berbeda-berbeda secara simultan tentang bagaimana anak-anak mereka harus belajar dan melakukan sosialisasi.

Keyakinan orangtua, menurut Crick & Dodge (Perozynski dan Kramer, 1999) merupakan representasi mental orangtua atas realitas, terbentuk oleh pengalaman-pengalaman masa lalu dan masa kini, dan disimpan dalam memori jangka panjang. Skema-skema spesifik, keyakinan-keyakinan, dan ekspektansi-ekspektansi yang terintegrasi dalam sistem keyakinan akan mempengaruhi proses interpretasi individu terhadap situasi spesifik. Proses interpretasi terhadap situasi spesifik ini, pada gilirannya, diprediksi akan mempengaruhi perilaku orangtua.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka keyakinan orangtua tentang strategi manajemen konflik adalah representasi-representasi mental orangtua tentang apa dan bagaimana mereka seharusnya melakukan intervensi atas konflik yang terjadi di antara anak-anaknya, tepat tidaknya strategi manajemen konflik yang mereka gunakan. Keyakinan orangtua mempengaruhi strategi manajemen konflik apa yang akan digunakan orangtua ketika terjadi konflik saudara kandung.

Published in:Parenting |on September 6th, 2008 |4 Comments »

You can leave a response, or trackback from your own site.

4 Responses to “Parental Belief”

  1. jesse Says:

    ....

    thanks for information....

  2. brandon Says:

    ....

    спасибо!!...

  3. gene Says:

    ....

    спасибо....

  4. Jesse Says:

    ....

    thanks for information!...

Leave a Reply

*