Konflik Antar Saudara Kandung

Konflik Antar Saudara Kandung

by

Irwan Nuryana Kurniawan

Konflik, menurut Thefreedictionary (2004) memiliki dua kedudukan yaitu konflik sebagai kata benda dan konflik sebagai kata kerja. Sebagai kata benda, konflik memiliki beberapa pengertian. Pertama, konflik berarti sebuah perselisihan terbuka antara dua kelompok atau individu-individu yang berlawanan. Termasuk ke dalam kategori pengertian ini adalah 1) class struggle, class war, class warfare yaitu konflik antara kelas-kelas sosial atau ekonomi seperti kelas kapital dan kelas proletar; 2) insurrection,revolt, uprising, rebellion yaitu oposisi terorganisir terhadap otoritas, sebuah konflik di mana satu fraksi mencoba untuk merebut kontrol dari fraksi lainnya; 3) turf war yaitu sebuah perlawanan sengit untuk memperoleh wilayah, atau kekuasaan atau kontrol atau hak-hak; 4) fight, fighting, combat, scrap yaitu tindakan perkelahian, suatu kontes atau perebutan; 6) feud yaitu sebuah pertengkaran yang sengit antara dua pihak; 5) warfare, war yaitu sebuah pertarungan aktif antara dua entitas yang bersaing;

Kedua, konflik memiliki pengertian sebagai sebuah pertentangan antara dua perasaan atau emosi yang muncul secara simultan tetapi tidak berkesesuaian. Termasuk dalam pengertian kategori ini adalah ambivalence, ambivalency yaitu perasaan-perasaan atau emosi-emosi yang bercampur baur. Ketiga, konflik berarti suatu keadaan bertentangan antara pribadi-pribadi atau ide-ide atau minat-minat. Termasuk dalam pengertian konflik kategori ini adalah 1) friction, clash yaitu suatu keadaan konflik antar pribadi-pribadi; 2) disagreement, dissonansce, dissension yaitu sebuah konflik opini, tindakan, atau karakter antar pribadi. Keempat, konflik sebagai sebuah ketidaksetujuan atau adu argumentasi tentang sesuatu yang penting. Termasuk dalam pengertian konflik kategori ini adalah 1) disagreement yaitu pembicaraan yang menyatakan ketidaksetujuan, perdebatan, perselisihan; 2) collision yaitu sebuah konflik ide-ide atau sikap-sikap atau tujuan-tujuan yang bertentangan; 3) contestation, controversy, disceptation, arguing, argument, contention, disputation, tilt yaitu sebuah pemicaraan yang berisi perdebatan/pertengkaran; sebuah perselisihan ketika terdapat ketidaksetujuan yang sangat kuat; 4) dustup, quarrel, run-in, wrangle, row, words yaitu sebuah perselisihan yang berisi kemarahan

Sebagai kata kerja, konflik memiliki dua pengertian. Pertama, konflik berarti terlibat dalam konflik. Termasuk konflik dalam kategori pengertian ini adalah counterpoint, contrast yaitu menunjukkan perbedaan ketika dikomparasikan, menjadi berbeda. Kedua, konflik berarti melakukan perlawanan, seperti terhadap aturan-aturan dan hokum-hukum. Termasuk konflik dalam kategori ini adalah contravene, infringe, run afoul breach, infract, transgress, violate, go against, offend, break yaitu bertindak sebagai ketidaksetujuan atas aturan-aturan dan hukum-hukum

Berdasarkan uraian di atas, maka penulis mendefinisikan konflik sebagai suatu keadaan yang berlawanan antara dua individu akibat adanya perbedaan ide-ide, sikap-sikap, minat-minat, dan tujuan-tujuan terhadap objek tertentu yang sama. Secara operasional konflik ditunjukkan oleh keterlibatan individu-individu yang bertentangan tersebut dalam suatu perselisihan, pertengkaran, perkelahian, perebutan, perlawanan, perdebatan, pembicaraan yang berisi ketidaksetujuan, dan pembangkangan

Konflik antar saudara kandung sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan keluarga merupakan konsekuensi ketika anak-anak harus berbagi ruang dan sumber daya yang ada. Konflik saudara kandung merupakan ciri yang pasti ada dalam hubungan antar saudara kandung dan umumnya terjadi pada masa anak-anak awal dan masa remaja (Sheehan, 1996).

Konflik antar saudara kandung, menurut Vandel dan Bailey (Shantz dan Hartup, 1995) terjadi ketika dua anak atau lebih yang memiliki hubungan saudara dalam waktu bersamaan terlibat perilaku oposisional, yang secara perilaku ditandai oleh tindakan-tindakan seperti pertengkaran, perkelahian, penentangan, perlawanan, penolakan, keberatan, dan protes. Konflik antar saudara kandung juga mencakup perbedaan pendapat tentang pemakaian sumber daya keluarga seperti mainan, televisi, telepon, sampai masalah pacar

Shantz dan Hobart (Shantz dan Hartup, 1995) menyatakan ada perbedaan yang sangat jelas bahwa konflik dan agresi merupakan dua hal yang berbeda. Agresi bersifat satu arah, sementara konflik tidak demikian. Agresi dapat berupa seseorang secara fisik menyerang orang lain seperti mendorong lawan, saling memukul, dan percekcokan, sementara itu konflik juga mencakup adu argumen, berdedebat, dan mengolok-olok.

Vandel dan Bailey (Shantz dan Hartup, 1995) membedakan konflik antar saudara kandung menjadi konflik konstruktif dan konflik destruktif. Pada konflik konstruktif, afeksi negatif seperti kemarahan dan permusuhan menunjukkan intensitas yang rendah, sedangkan pada konflik destruktif intensitas afeksi negatif cenderung tinggi. Pada konflik konstruktif, konflik terfokus pada isu awal dan pemecahan dilakukan melalui proses negosiasi yang diterima kedua belah pihak. Sebaliknya, pada konflik destruktif sering terjadi eskalasi isu konflik, dari isu awal ke isu yang lain dan mengarah pada pemaksaan secara terus menerus satu anak terhadap saudaranya. Jika konflik konstruktif berhubungan dengan meningkatnya anak-anak dalam kemampuan pemahaman sosial dan keterampilan pemecahan masalah, maka konflik destruktif berakibat pada memburuknya hubungan antar saudra kandung.

Published in:Parenting |on September 6th, 2008 |7 Comments »

You can leave a response, or trackback from your own site.

7 Responses to “Konflik Antar Saudara Kandung”

  1. randi06 Says:

    ^_^

  2. Kharta Says:

    thankz yaa... q minta bwt bahan di sekolahh..... hehehe....

  3. stuart Says:

    ....

    ñïñ!!...

  4. Orlando Says:

    ....

    спс за инфу!...

  5. Leroy Says:

    ....

    сэнкс за инфу!...

  6. Angel Says:

    ....

    спасибо за инфу!!...

  7. Virgil Says:

    ....

    сэнкс за инфу!...

Leave a Reply

*