Seri Keterampilan Pengasuhan

Keterampilan ENCOURAGEMENT

1. perhatikan sesuatu yang Anda sukai

2. perhatikan apa yang Anda rasakan

3. katakan hal tersebut (Saya merasa...bahwa kamu...)

4. perhatikan bagaimana anak Anda merespon

a. Gagasan Kunci

Orangtua adalah guru pertama dan paling bermakna bagi anak. Anak-anak belajar informasi-informasi penting tentang dirinya dari orangtua mereka. Perilaku dan keyakinan anak terhadap diri mereka sendiri sangat dipengaruhi oleh reaksi-reaksi orangtuanya. Ketika orangtua mereka percaya pada dirinya, mereka memperoleh kepercayaan diri. Anak-anak yang merasa diri mereka baik umumnya merasakan baik tentang orang lain dan mudah untuk bersama-sama mereka. Mereka tertarik dalam mempelajari keterampilan-keterampilan baru dan mampu menangani tantangan hidup dengan lebih baik.

ENCOURAGEMENT merupakan sebuah keterampilan sosialisasi yang menjadi dasar dalam menghargai diri sendiri dan orang lain. Dengan menggunakan ENCOURAGEMENT para orangtua belajar untuk mengapresiasi (menghargai) kemampuan-kemampuan anak mereka. ENCOURAGEMENT memberikan para orangtua sebuah cara untuk mengekspresikan (mengungkapkan) perasaan-perasaan positif mereka terhadap anak-anak. Juga membantu mereka mengakui usaha-usaha yang ditunjukkan oleh anak-anak mereka, meskipun ada kesalahan-kesalahan dalam perilaku atau belajar mereka. Keterampilan ini dimaksudkan untuk menjadi sebuah alat bagi orangtua mengenali kemampuan seorang anak dan menghargainya sebagai pribadi, bahwa setiap orang dicintai dan mampu.

b. Tahapan-tahapan Keterampilan ENCOURAGEMENT

1. Perhatikan sesuatu yang Anda sukai

Anak-anak mendapatkan keuntungan dengan mengetahui bahwa orangtua mereka menyetujui mereka. Ketika anak-anak mencoba melakukan sesuatu yang baru atau melakukan sesuatu untuk orang lain, para orangtua dapat menggunakan keterampilan encouragement untuk menunjukkan apresiasinya. Dalam tahapan pertama ini, para orangtua perlu melihat secara seksama anak-anak mereka dan mengamati perilakunya. Dengan mengamati anak-anak mereka dan menggunakan ENCOURAGEMENT, para orangtua menunjukkan kepada anak-anak perilaku-perilaku yang berharga. Para orangtua dapat menamai perilaku yang spesifik dengan kalimat seperti,”Dia suka membantu membereskan celana panjangnya,” Dia mencoba membantu membereskan tempat tidurnya,” Anakku berbicara dengan sopan terhadap saudara laki-laki yang masih bayi.”

Suatu saat orangtua akan perlu memikirkan secara seksama untuk memisahkan perilaku positif—membantu dari perilaku yang mengganggu, perilaku yang membuat frustasi. Sebagai contoh, ketika seorang anak mencoba membantu menyajikan hidangan minuman tetapi minumannya tumpah ke lantai, akui perasaan telah terbantu dan hargai usahanya, kemudian bereskan yang berantakan. Orangtua mungkin mengatakan, “ Saya dapat melihat betapa besar anakku ingin ikut membersihkan setelah makan malam.” Air yang tumpah dapat dikeringkan dengan spon, tetapi perasaan terluka tidak!

Waktu terbaik untuk menggunakan keterampilan ENCOURAGEMENT adalah ketika seorang anak mulai melakukan sesuatu di mana orangtua kemungkinan besar melihat yang dia kerjakan. Para orangtua sangat senang sekali ketika untuk pertamakalinya bayi mereka mulai berjalan. Berjalan membutuhkan banyak usaha dan praktek, banyak jatuh dan bangun. Menyaksikan seorang anak melangkah pertama kali menawan hati. Orangtua merasa sangat senang ketika ini terjadi.

2. Perhatikan apa yang kamu rasakan

Ambilah waktu beberapa menit untuk mengingat bagaimana perasaan Anda ketika Anda melihat anak Anda sungguh-sungguh mencoba atau membuat kemajuan atau memberikan sebuah kontribusi (peran) terhadap keluarga atau melakukan sesuatu yang dia nikmati. Ini dapat menjadi sebuah tantangan. Semua orangtua mengalami perasaan yang beragam ketika mengasuh anak-anak. Para orangtua juga mungkin mengalami kesulitan memisahkan perasaan-perasaan menyenangkan atau memuaskan dari perasaan-perasaan frustasi atau kecemasan. Ambilah waktu beberapa menit untuk memikirkan apa yang sedang Anda rasakan dan menemukan sebuah cara yang positif untuk mengatakan kepada anak apa-apa yang Anda lihat. “Saya suka melihatmu...,” “Saya merasa bangga, bahagia, senang, terhibur ketika....” Sebuah perbendaharaan kata-kata yang banyak dalam mengekspresikan perasaan yang sedang dialami akan membantu Anda bergerak dari hanya “ Saya merasa baik” dan “ Saya merasa buruk”, juga membantu anak-anak mengidentifikasikan (mengenali) perasaan-perasaan mereka sendiri terkait dengan usaha, pencapaian, dan kesuksesan.

3. Katakan (Saya merasa...bahwa kamu...)

Ketika kita mengatakan kepada anak-anak bahwa kita memperhatikan sesuatu yang baik dari yang mereka lakukan, mereka belajar untuk menghargai perilaku terbaik dari diri mereka sendiri. Anak-anak yang merasa nyaman dengan dirinya dan merasa didukung memiliki harga diri yang tinggi. Mudah bagi para orangtua untuk mengakui kebaikan dari perilaku anak dan kehilangan kesempatan untuk mengajari mereka menghargai kualitas-kualitas dan bakat-bakat spesifik mereka. Gambarkan apa yang Anda lihat dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi perasaan Anda. Sebagai contoh,” Saya suka menyaksikanmu belajar ayunan,” “Menakjubkan melihatmu berlatih lompat tali”, “Saya senang melihat begitu menikmatinya ketika menggambar.”

4. Perhatikan bagaimana anak Anda menanggapi

Satu bagian penting dari tahapan ini adalah bahwa para orangtua menaruh perhatian terhadap reaksi anak-anak mereka. Sejumlah anak mungkin memperlihatkan rasa ingin tahu, sebagian lain menjaga diri, sebagian lagi curiga. Kebanyakan anak akan merasa gembira dan senang bahwa orangtua mereka sedang menaruh perhatian kepada mereka dan memiliki waktu untuk mengatakan sesuatu.

c. Dampak

  • Anak-anak belajar untuk menilai siapa dirinya dan apa yang mereka lakukan.
  • Orangtua juga menemukan dan menilai kekuatan-kekuatan anak-anaknya yang sedang berkembang


d. Ringkasan

Apapun perilaku yang ditampilkan anak, kata-kata pendorong dari orangtua membantu seorang anak merasa dirinya baik atas sesuatu yang telah dia kerjakan. Dengan menaruh perhatian dalam cara-cara yang positif, orangtua mengajarkan seorang anak untuk merasa dihargai

Published in:Parenting |on September 3rd, 2008 |5 Comments »

You can leave a response, or trackback from your own site.

5 Responses to “Seri Keterampilan Pengasuhan”

  1. Leon Says:

    ....

    tnx....

  2. kirk Says:

    ....

    tnx for info!!...

  3. jorge Says:

    ....

    good info!!...

  4. tracy Says:

    ....

    спс!!...

  5. Michael Says:

    ....

    спасибо за инфу!...

Leave a Reply

*