Asesmen Perkembangan dan Belajar Siswa: Mengapa Penting

Asesmen Perkembangan dan Belajar Siswa:

Mengapa Penting?

Asesmen merupakan sebuah proses pengumpulan informasi yang terus menerus berlangsung untuk mengukur performansi murid dan proses pembelajaran. Asesmen perkembangan dan belajar anak memiliki nilai penting. Tidak hanya mengukur kemajuan anak-anak sebagai bentuk evaluasi program, asesmen juga berguna untuk mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan pengembangan staf dan perencanaan pembelajaran di masa yang akan datang

Asesmen yang tepat berguna untuk membantu anak-anak berkembang secara optimal, baik fisik, sosial, emosional, intelektual maupun spiritual. Asesmen yang tepat juga dapat digunakan untuk mendeteksi keterlambatan-keterlambatan perkembangan atau kebutuhan-kebutuhan khusus yang mungkin dimiliki anak-anak. Selain itu informasi yang akurat dari sebuah asesmen bermanfaat untuk peningkatan pembelajaran sehingga proses belajar anak-anak membaik dan sebagai informasi bagi para orangtua tentang kemajuan dan hal-hal terkait dengan belajar anak-anak mereka.

Asesmen yang tepat merupakan bagian penting dari program evaluasi dan perbaikan terus menerus kualitas program pendidikan yang sudah dirancang. Dalam program pendidikan yang berkualitas, pihak-pihak terkait dengan pendidikan anak menggunakan informasi dari berbagai macam sumber untuk merencanakan dan membuat keputusan-keputusan tentang anak-anak secara individual.

Prosedur-prosedur dan instrumen-instrumen (alat) asesmen—seperti test, observasi, portofolio, penilaian guru, penilaian orangtua, dan lain sebagainya—dikatakan efektif ketika mereka memenuhi standar validitas (tepat dan akurat), reliabilitas (keajegan), dan kepekaan terhadap isu-isu kultural. Instrument asesmen yang tepat memungkinkan jawaban-jawaban yang khas dari anak-anak menurut kelompok usia, jenis kelamin, latar belakang budaya, dan kondisi geografis. Anak-anak harus diukur secara individual oleh orang-orang yang mengetahui mereka dengan objektif dalam setting dan situasi-situasi yang mencerminkan penampilan mereka yang sesungguhnya. Semakin muda usia anak, maka akan semakin sulit untuk mendapatkan asesmen yang valid. Perkembangan anak-anak usia dini berlangsung sangat cepat dan sangat dipengaruhi oleh pengalaman. Performansi mereka dalam tes dipengaruhi oleh kondisi-kondisi emosional anak dan kondisi-kondisi saat asesmen dilakukan.

Satu hal yang pasti dalam melakukan asesmen adalah jangan pernah menggunakan satu instrumen asesmen untuk membuat keputusan-keputusan yang memiliki konsekuensi penting bagi anak-anak. Setiap asesmen seharusnya dipilih untuk memenuhi tujuan-tujuan yang spesifik. Asesmen seharusnya diselaraskan dengan kurikulum dan proses pembelajaran di kelas.

Bagaimana bentuk-bentuk asesmen yang tepat, insyallah akan didiskusikan bagian tulisan berikutnya.

Published in:Ummat Development |on August 22nd, 2008 |3 Comments »

You can leave a response, or trackback from your own site.

3 Responses to “Asesmen Perkembangan dan Belajar Siswa: Mengapa Penting”

  1. Luki viverini Says:

    Tolong kasih saran Instrumen asesmen yang valid dan reliabel seperti apa?

  2. Irwan Nuryana Kurniawan Says:

    Validitas dan Reliabilitas sebuah instrumen asesmen (Test, Wawancara, Observasi, dst) ditentukan pertama oleh tujuan pengukuran: Tujuan instruksional apa yang ingin diungkap dari proses asesmen tersebut? kompetensi apa yang ingin diukur?
    Perlu juga memperhatikan karakteristik (pendidikan, usia, kultur, dll) dari responden yang dikenai asesmen.
    Selebihnya, Mbak Viverini dapat melihat beberapa prinsip penting yang perlu diperhatikan agar proses asesmen lebih valid, reliabel, dan objektif di bagian Assessmen Abuse

  3. Matthew Says:

    ....

    ñïñ!!...

Leave a Reply

*